MAKALAH BAHASA
INDONESIA
DIKSI
Disusun oleh:
Dicki Setiawan (14.31.1.138)
TEKNIK
PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS
VETERAN REPUBLIK INDONESIA
2014
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr.wb
Dewasa ini didalam berbahasa indonesia, sering terdapat
kerancuan dalam penulisan,ucapan maupun dalam struktur ejaan. Masing-masing
orang mempunyai pemahaman dan pendapat yang berbeda-beda sehingga kadang
terjadi kesalahpahaman dan membingungkan mana yang sesungguhnya benar. Terutama
dalam pemakaian dan pemilihan kata,biasanya sulit untuk membedakan mana kata
yang baku dan tidak baku seperti aturan-aturan yang ada didalam EYD (Ejaan
Yang Disempurnakan).
Oleh karena itu didalam makalah ini, saya
akan mencoba membahas dan menjelaskan tentang pemilihan kata (diksi).
Bahasa indonesia dalam perkembangannya memang telah mengalami pasang surut.
Pemakaian kata dan struktur ejaannya sering dikacaukan karena mengikuti
perkembangan jaman. Bahkan atas nama modernisasi, orang jadi cenderung malu
untuk menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar.
Makalah ini diharapkan bisa menambah wawasan bagi pembaca dan bagi yang
masih peduli dengan penggunaan bahasa indonesia dengan baik dan benar. Saya
menyadari makalah ini masih jauh dari tahap sempurna, oleh karena itu saran dan
kritik yang membangun yang saya harapkan untuk bisa lebih baik lagi.
Wassalamualaikum wr.wb
Makassar,
25 Oktober 2014
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata Pengantar............................................................................................. i
Daftar Isi...................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang................................................................... 1
B.
Rumusan
Masalah.............................................................. 2
C.
Tujuan................................................................................ 2
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Diksi.................................................................. 3
B.
Persyaratan
Diksi................................................................ 3
C. Kata
Ilmiah,KataPopuler,Kata Jargon danSlang................ 15
D. Pilihan
Kata danPenggunaannya........................................ 16
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan......................................................................... 18
B.
Saran
............................................................................. 18
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Memang harus diakui, dewasa ini ada kecenderungan orang
semakin mengesampingkan pentingnya penggunaan bahasa, terutama dalam tata
cara pemilihan kata atau diksi. Terkadang kita pun tidak mengetahui pentingnya
penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sehingga ketika kita
berbahasa, baik lisan maupun tulisan, sering mengalami kesalahan dalam
penggunaan kata, frasa, kalimat, paragraf, dan wacana.
Agar tercipta suatu komunikasi yang efektif dan efisien,
pemahaman yang baik penggunaan diksi atau pilihan kata dirasakan sangat
penting, terutama untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman dalam
berkomunikasi. Diksi atau pilihan kata maupun kalimat dalam praktik berbahasa
sesungguhnya mempersoalkan kesanggupan sebuah kata dapat juga frasa atau
kelompok kata untuk menimbulkan gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau
pendengarnya.
Salah satu persyaratan yang perlu dan mendesak dalam
berbicara atau menulis adalah diksi (pilihan kata). Pilihan kata termasuk dalam
ilmu semantik (semansiologi), yaitu ilmu yang mempelajari makna kata.
Dalam memilih kata, pembicara/penulis dituntut untuk berhati-hati dengan cara
sering melihat kamus itu jika sebuah kata kurang dipahami maksudnya. Dalam
memilih kata, ada dua persyaratan yang dituntut oleh pembicara/penulis, yaitu
ketetapan dan kesesuaian. Ketetapan artinya kata-kata yang dipilih dapat
mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin diucapkan. Ungkapan tersebut harus
dapat dipahami oleh pendengar/pembaca dengan tepat. Kesesuaian artinya tafsiran
pendengar/penulis sesuai dengan tafsiran pembicara/penulis.
Oleh karena itu dalam makalah ini, penulis berusaha
menjelaskan mengenai diksi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimakasud dengan diksi ?
2.
Bagaimana persyaratan diksi ?
3.
Bagaimana yang dimaksud kata
ilmiah,kata populer,kata jargon dan slang ?
4.
Bagaimana pilihan kata dan
penggunaan diksi ?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui arti diksi dan
persyaratan diksi.
2.
Untuk mengetahui apa yang dimaksud
dengan kata ilmiah,kata populer,kata jargon dan slang.
3.
Untuk mengetahui bagaimana
puilihan kata dan penggunaan diksi.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Diksi (Pilihan Kata)
Diksi adalah
pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu.
Pilihan kata merupakan satu unsur sangat penting, baik dalam dunia
karang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari. Dalam memilih kata yang
setepat-tepatnya untuk menyatakan suatu maksud, kita tidak dapat lari dari
kamus. Kamus memberikan suatu ketepatan kepada kita tentang pemakaian
kata-kata. Dalam hal ini, makna kata yang tepatlah yang diperlukan. Kata yang
tepat dapat membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin
disampaikannya, baik lisan maupun tulisan. Selain itu, pemilihan kata itu juga
harus sesuai dengan situasi dan tempat penggunaan kata-kata itu.
Dalam
KBBI (2002: 264) diksi diartikan sebagai pilihan kata yang tepat dan selaras
dalam penggunaanya untuk menggungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek
tertentu seperti yang diharapkan. Jadi, diksi berhubungan dengan pengertian
teknis dalam hal karang-mengarang, hal tulis-menulis, serta tutur sapa.
B.
Persyaratan Diksi
Ada
dua persyaratan yang harus dipenuhi dalam memilih kata-kata, yaitu persyaratan
ketetapan dan kesesuaian. Tepat, artinya kata-kata yang dipilih itu dapat
mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin diungkapkan. Di samping itu, ungkapan
itu juga harus dipahami pembaca dengan tepat, artinya tafsiran pembaca sama
dengan apa yang dimaksud dengan penulis. Untuk memenuhi persyaratan ketetapan
dan kesesuaian dalam pemilihan kata, perlu diperhatikan a) kaidah kelompok
kata/ frase, b) kaidah makna kata, c) kaidah lingkungan sosial, d) kaidah
karang –mengarang.
1.
Pilihan
kata sesuai dengan kaidah kelompok kata /frase
Pilihan
kata/ diksi yang sesuai dengan kaidah kelompok kata/frase, seharusnya pilihan
kata/diksi yang tepat,seksama, lazim,dan benar.
1) Tepat
Contohnya
: Makna kata lihat dengan kata pandang biasanya bersinonim, tetapi
kelompok kata pandangan mata tidak dapat digantikan dengan lihatan mata.
2) Seksama
Contohnya
: Kata besar, agung, akbar, raya, dan tinggi termasuk kata-kata yang
bersinonim. Kita biasanya mengatakan hari raya serta hari besar,
tetapi kita tidak pernah mengatakan hari agung, hari akbar
ataupun hari tinggi. Begitu pula dengan kata jaksa agung tidak
dapat digantikan dengan jaksa besar ataupun jaksa raya, atau pun jaksa
tinggi karena kata tersebut tidak seksama.
3) Lazim
Lazim
adalah kata itu sudah menjadi milik bahasa Indonesia. Kata yang tidak lazim
dalam bahasa Indonesia apabila dipergunakan sangatlah akan membingungkan
pengertian saja. Contohnya, Kata makan dan santap bersinonim.
Akan tetapi tidak dapat mengatakan Anjing bersantap sebagai sinonim anjing
makan. Kemudian kata santapan rohani tidak dapat pula
digantikan dengan makanan rohani. Kedua kata ini mungkin tepat
pengelompokannya, tetapi tidak seksama serta tidak lazim dari sudut makna dan
pemakain-nya.
2. Pilihan
kata sesuai dengan kaidah makna kata.
a) Jenis
makna
v Berdasarkan bentuk
maknanya, makna dibedakan atas dua macam yaitu:
Ø Makna Leksikal,adalah
makna kamus atau makna yang terdapat di dalam kamus. Makna ini dimiliki oleh
kata dasar. Contoh : makan, tidur, ibu, adik, buku.
Ø Makna Gramatikal,adalah
makna yang dimiliki kata setelah mengalami proses gramatikal, seperti proses
afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi(pengulangan), dan komposisi(pemajemukan).
Contoh :
a. proses
afiksasi awalan me- pada kata dasar kotor
Ø Adik
mengotori lantai itu
b. Proses
reduplikasi pada kata kacang
Ø Kacang-kacangan
merupakan salah satu sumber protein nabati.
c. Proses
komposisi pada kata rumah sakit bersalin
Ø Ia
bekerja di rumah sakit bersalin
v Berdasarkan sifatnya,
makna dibedakan atas dua macam:
Ø Makna Denotasi,adalah
makna kata yang sesuai dengan hasil observasi panca indra dan tidak menimbulkan
penafsiran lain. Makna denotasi disebut juga sebagai makna sebenarnya.
Contoh
:
Ø Makna konotasi,
adalah makna kata yang tidak sesuai dengan hasil observasi pancaindra dan
menimbulkan penafsiran lain. Makna konotasi disebut juga sebagai makna kias
atau makna kontekstual.
Contoh :
v Berdasarkan wujudnya,
makna dibedakan atas :
Ø Makna
referensial, adalah makna kata yang mempunyai rujukan yang konkret.
Contoh :
meja,baju,membaca,menulis.
Ø Makna
inferensial adalah makna kata yang tidak mempunyai rujukan yang konkret. Contoh
: baik, indah, sedih, gembira.
b) Perubahan
makna
Ø Berdasarkan
cakupan maknanya,perubahan makna dibedakan atas:
a. Meluas,
cakupan makna sekarang lebih luas daripada sebelumnya.
Misalnya :
Kata
|
Dulu
|
Sekarang
|
Berlayar
|
Mengarungi laut
dengan memakai kapal layar
|
Mengarungi lautan
dengan alat apa saja
|
Putera-puteri
|
Dipakai untuk sebutan
anak-anak raja
|
Sebutan untuk semua
anak laki-laki dan perempuan
|
b. Menyempit,
cakupan makna sekarang lebih sempit daripada makna dahulu
Kata
|
Dulu
|
Sekarang
|
Sarjana
|
Sebutan untuk semua
orang cendekiawan
|
Gelar untuk orang
yang sudah lulus dari perguruan tinggi
|
Madrasah
|
Sekolah
|
Sekolah yang
mempelajari ilmu agama Islam
|
Ø Berdasarkan
nilai rasanya,perubahan makna dibedakan atas :
1.
Ameliorasiadalah
perubahan makna ke tingkat yang lebih tinggi. Artinya baru dirasakan lebih baik
dari arti sebelumnya.
Contoh :
Ø Kata
wanita dirasakan lebih baik nilainya daripada perempuan
Ø Kata
istri atau nyonya dirasakan lebih baik daripada kata bini.
c) Pergeseran
makna
Pergeseran makna
dibedakan atas dua macam:
1. Asosiasi
Adalah pergeseran makna
yang terjadi karena adanya persamaan sifat.
Contoh:
-
Tasya menyikat giginya
sampai bersih
-
Pencuri itu menyikat
habis barang-barang berhatga dirumah itu
2. Sinestesia
Adalah perubahan makna
akibat adanya pertukaran tanggapan antara dua indra yang berbeda.
Contoh:
-
Sayur itu rasanya pedas
sekali
-
Kata-katanya
sangat pedas didengar.
d) Relasi
makna
1. Homonim
Adalah dua buah kata
yang mempunyai persamaan tulisan dan pengucapan.
-
Bisa
berarti 1). Dapat,sanggup 2). Racun
-
Buku
berarti 1). Kitab 2). Antara ruas dengan ruas
2. Homograf
Adalah dua buah kata
atau lebih yang mempunyai persamaan tulisan tetapi berlainan pengucapan dan
arti.
Contoh:
-
Teras(inti)
dengan teras (halaman rumah)
-
Sedan(isak)
dengan sedan (sejenis mobil)
-
Tahu(paham)
dengan tahu (sejenis makanan)
3. Homograf
Adalah dua buah kata
atau lebih yang mempunyai persamaan pengucapan tetapi berlainan tulisan dan
arti.
Contoh:
-
Bang
dengan bank
-
Masa
dengan massa
4. Sinonim
adalah dua buah kata
yang berbeda tulisan dan pengucapanya tetapi mempunyai arti yang sama.
Contoh:
-
Pintar
dengan pandai
-
Bunga
dengan kembang
Kesinoniman
kata tidaklah mutlak, hanya ada kesamaan atau kemiripan. Oleh sebab itu, di
dalam sebuah karang mengarang sebaiknya dipergunakan sinomin kata supaya ada
variasinya dan ada pergantiannya yang membuat lukisan di dalam karangan itu
menjadi hidup. Sinonim dapat terjadi disebabkan oleh hal-hal berikut ini :
1. Pengaruh
bahasa daerah
Contoh:
Kata harimau yang diberi
sinonim dengan macan .
Kata auditorium bersinonim
dengan kata pendopo.
Kata rindu bersinonim dengan
kata kangen
2. Perbedaan dialek regional
Contoh:
Handuk
bersinonim tuala , selop bersinonim seliper
3. Pengaruh
bahasa asing
Contoh:
kolosal bersinonim
besar , aula bersinonim ruangan , realita
bersinonim kenyataan .
4. Perbedaan dialek sosial
Contoh:
suami bersinonim
laki , istri bersinonim bini , mati bersinonim wafat.
5. Perbedaan ragam bahasa
Contoh:
membuat
bersinonim menggubah, assisten bersinonim pembantu, tengah
bersinonim madya.
6. Perbedaan
dialek temporal
Contoh:
membuat
bersinonim menggubah, assisten bersinonim pembantu, tengah
bersinonim madya.
5. Antonim
Adalah kata-kata yang
berlawanan artinya.
Contoh:
-
Tua
– muda
-
Besar
– kecil
-
Luas
– sempit
6. Polisemi
berasal adalah kata poly
dan sema, yang masing-masing berarti’banyak’ dan ‘tanda’. Jadi polisemi
berarti suatu kata yang memiliki banyak makna.
Contoh:
-
Kata kepala yang
mempunyai arti bahagian atas tubuh manusia tetapi dapat juga berarti orang yang
menjadi pimpinan pada sebuah kantor dan sebagainya.
-
Kata kaki yang
dipergunakan untuk menahan tubuh manusia tetapi dapat juga kaki meja yang
menahan meja.
3. Pilihan
kata sesuai dengan Kaidah Lingkungan Sosial Kata
Diksi
harus selalu diperhatikan lingkungan pemakian kata-kata. Dengan membedakan
lingkungan itu, pilihan kata yang kita lakukan akan lebih tepat dan mengena.
Lingkungan itu dapat kita lihat berdasarkan :
a) Tingkat
sosial yang mengakibatkan terjadinya sosiolek
Contoh: Kata- kata
mati, meninggal dunia, wafat, tewas, mampus, mangkat kita bedakan
penggunaanya di dalam bahasa Indonesia berdasarkan rasa bahasa bukanlah melihat
tingkat sosialnya
b) Daerah/geografi
yang mengakibatkan dialek
Contoh: Kata-kata bis,kereta,
dan motor kita bedakan penggunaanya berdasarkan geografinya
c) Formal/nonformal
yang mengakibatkan bahasa baku/ tidak baku
Contoh: Kata tersangka,
terdakwa, dan tertuduh kita bedakan berdasarkan maknanya.
d) Umum
dan khusus yang mengakibatkan terjadinya bahasa umum dan khusus.
-
Makna Umum( hipernim) adalah
makna yang cakupannya luas.
Contoh: bunga, bulan,
hewan, kendaraan
-
Makna khusus( hiponim)
adalah makna yang cakupannya sempit atau terbatas.
Contoh:
Hipernim
|
Hiponim
|
Melihat
|
Menengok,menatap,
melirik,menjenguk,melotot
|
Bunga
|
Melati,
Anggrek, Sedap Malam
|
Bulan
|
Januari,Februari,
Maret
|
Hewan
|
Ayam,
Burung, kambing
|
4. Pilihan
kata sesuai dengan kaidah mengarang.
Pilihan
kata akan memberikan imformasi sesuai dengan apa yang dikehendaki. Pilihan kata
dengan kaidah mengarang memiliki kelompok kata yang berpasangan tetap, pilihan
kata langsung dan pilihan kata yang dekat dengar pembaca.
Contoh:
1. Terdiri
dari, terdiri dalam, terdiri atas
2. Ditemani
oleh, ditemani dari, ditemani dengan
3. Ia
menelpon kekasihnya (pilihan kata langsung), Ia memanggil kekasihnya melalui
telepon (pilihan kata yang panjang dan berbelit-belit)
4. Ia
menelpon kekasihnya (pilihan kata langsung), Ia memanggil kekasihnya melalui
telepon (pilihan kata yang panjang dan berbelit-belit)
C. Kata
Ilmiah,Kata Populer,Kata Jargon dan Slang
a. Kata
ilmiah merupakan kata-kata logis dari bahasa asing yang dapat diterjemahkan ke
dalam bahasa Indonesia.
b. Kata
popular adalah kata yang biasa digunakan dalam komunikasi sehari-hari
masyarakat umum.
Berkut adalah contoh
dari kata ilmiah dan populer tersebut.
Kata
Ilmiah
|
Kata
Populer
|
Analogi
|
Kiasan
|
Frustasi
|
Rasa
kecewa
|
Final
|
Akhir
|
Diskriminasi
|
Perbedaan
perlakuan
|
Prediksi
|
Ramalan
|
Kontradiksi
|
Pertentangan
|
Format
|
Ukuran
|
Anarki
|
Kekacauan
|
Biodata
|
Biografi
singkat
|
Bibliografi
|
Daftar
pustaka
|
c. Jargon
adalah kata-kata yang mengandung makna suatu bahasa, dialek, atau tutur yang
dianggap aneh kata ini juga merupakan kata sandi/kode rahasia untuk kalangan
terterntu (dokter,militer,perkumpulan rahasia,ilmuwan dsb). Contohnya:,
populasi, volume, abses, H2O,dan sebagainya.
d. Kata
slang dihasilkan dari salah ucap yang disengaja, atau kadang berupa pengrusakan
sebuah kata biasa untuk mengisi suatu bidang makna yang lain. Kata-kata ini
bersifat sementara,kalau sudah teras usang hilang atau menjadi kata-kata biasa.
Contoh Slang : asoy, manatahan dan sesuatu ya .
D. Pilihan
Kata dan Penggunaannya
a. Kata
dari dan daripada
Contoh:
-
Kertas itu terbuat dari
kayu jati (keterangan asal)
-
Peristiwa itu timbul dari
peristiwa seminggu yang lalu (keterangan sebab)
-
Buku itu ditulis dari
pengalamanya selama di Jerman (menyatakan alasan)
b. Kata
pada dan kepada
Contoh:
-
Buku catatan saya ada pada
Astuti (pengantar keterangan)
-
Saya ketemu dengan dia pada
suatu sore hari. (keterangan waktu)
c. Kata
di dan ke
Contoh:
-
Atik sedang berada di
luar kota (fungsi kata depan di)
-
Di
saat usianya suadah lanjut, orang itu semakin malas belajar (keterangan waktu)
d. Kata
dan dan dengan
Contoh:
-
Ayah dan Ibu pergi ke
Jakarta kemarin
-
Ibu memotong kue dengan
pisau
e. Kata
antar dan antara
Contoh:
-
Kabar ibu belum
pasti,antara benar dan tidak (menyataan pemilihan)
-
Dia akan tiba antara
jam 04.00 sampai jam 06.00 (jangka waktu)
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kreativitas
dalam memilih kata merupakan kunci utama pengarang dalam menulis gagasan atau ungkapan.
Penguasaan dalam pengolahan kata juga merupakan kunci utama dalam menghasilkan
tulisan yang indah, dapat dibaca serta ide yang ingin disampaikan penulis dapat
dipahami dengan baik.
Kata yang
tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin
disampaikannya baik secara lisan maupun dengan tulisan. Pemilihan kata juga
harus sesuai dengan situasi kondisi dan tempat penggunaan kata–kata itu.
Pembentukan kata atau istilah adalah kata yang mengungkapkan makna konsep,
proses, keadaan atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.
Berdasarkan
kesimpulan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa diksi mempunyai persamaan
yaitu sama-sama penulis ingin menyampaikan sesuatu di hasil karya tulisannya
dengan maksud agar pembaca dapat memahami maksud dan tujuan penulis.
Penulis
mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dalam pembuatan makalah ini
mengenai pengetahuan diksi (pilihan kata). Penulis menyarankan kepada semua
pembaca untuk mempelajari pengolahan kata dalam membuat kalimat. Dengan mempelajari
diksi diharapkan mahasiswa dan mahasiswi memiliki ketetapan dalam
menyampaikan dan menyusun suatu gagasan agar yang disampaikan mudah dipahami
dengan baik.
DAFTAR
PUSTAKA
Moeliono,
Anton, 1991. Santun bahasa, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Sugono,
Dendy, 2003. Buku Praktis Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa,Jakarta.
Amran,
Tasai. 2010 Cermat Berbahasa Indonesia. (Jakarta :CV Akademika
Pressindo.
Adi, Tri.
2007 Inilah Bahasa Indonesia Jurnalistik, CV Andi Offset, Yogyakarta.
Rahaedi,
Kunjana. 2003. Bahasa Indonesia perguruan tinggi. Erlangga. Jakarta
Bagi kalian yg ingin belanja silahkan buka link di bawah ini :
Dompet : http://zocko.it/LGpdG
Ransel : http://zocko.it/LGpdZ
Kemeja Pria : http://zocko.it/LGpdd
Sweater : http://zocko.it/LGpdy
Jam Tangan : http://zocko.it/LGpe1
Bluetooth Headset : http://zocko.it/LGpef
Ransel : http://zocko.it/LGpem
Tenda Hiking : http://zocko.it/LGpfS
Sepatu Boots : http://zocko.it/LGpfe
Kemeja Lengan Panjang : http://zocko.it/LGpgF
Celana Pendek Motif Tentara : http://zocko.it/LGpgL

makasih artikelnya sangat bermanfaat. Kalau ada waktu baca juga Makalah Bahasa Indonesi 'Diksi atau Pemilihan Kata.
BalasHapussalam kenal.
Iya gan. Terima kasih sudah berkunjung. Salam kenal juga...
BalasHapusIya gan. Terima kasih sudah berkunjung. Salam kenal juga...
BalasHapus